Puluhan warga serta para pelaku usaha mikro di salah satu sentra kuliner populer di kawasan Tangerang Selatan melayangkan keluhan resmi kepada pihak berwenang, menyusul maraknya aksi pemalakan liar dan pungutan liar (pungli) berkedok uang keamanan yang dilakukan oleh oknum preman setempat.

1. Resah Akibat Aksi Pemalakan Liar yang Kian Meresahkan Pedagang

Aksi pemalakan liar ini dilaporkan terjadi secara rutin di sentra-sentra jajanan malam dan pusat kuliner rakyat di Tangerang Selatan. Para pedagang kecil mengaku sangat tertekan karena para pelaku meminta sejumlah uang secara paksa dengan dalih iuran keamanan atau kebersihan tanpa dasar hukum yang jelas, menggerus tipisnya margin keuntungan harian para pelaku usaha kecil.

2. Ancaman Fisik dan Intimidasi Bagi Pedagang yang Menolak Membayar

Situasi di lapangan semakin mengkhawatirkan karena oknum preman tersebut tidak segan-segan melontarkan ancaman verbal hingga melakukan intimidasi fisik terhadap pedagang yang berani menolak memberikan setoran. Kondisi ini menciptakan rasa takut yang mendalam bagi para pemilik gerai makanan serta membuat para pengunjung merasa tidak nyaman saat menikmati wisata kuliner.

3. Desakan Publik Agar Aparat Kepolisian Bertindak Tegas

Merespons aduan yang masif dari warga dan paguyuban pedagang, desakan agar aparat kepolisian dari Polres Tangerang Selatan segera menggelar operasi penertiban premanisme kian menguat. Publik menuntut tindakan hukum yang tanpa kompromi guna membersihkan kawasan pusat keramaian dari jejaring pemerasan yang merusak iklim usaha mandiri.

4. Perlunya Peningkatan Patroli Keamanan dan Pos Pantau Terpadu

Sebagai langkah pencegahan jangka pendek, pemerintah kota bersama aparat penegak hukum didirikan untuk segera mendirikan pos pantau terpadu serta mengintensifkan patroli rutin di titik-titik sentra kuliner rawan. Kehadiran aparat keamanan berseragam di lapangan diyakini mampu memberikan efek jera serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat.

5. Komitmen Pemkot Tangsel Menjaga Iklim Usaha Mikro yang Kondusif

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan tidak akan tinggal diam menghadapi praktik premanisme yang mencoreng citra kota perdagangan dan jasa tersebut. Koordinasi lintas sektoral langsung digalakkan untuk melindungi para pelaku UMKM agar dapat berdagang dengan tenang tanpa ada intervensi dan gangguan dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Maraknya aksi pemalakan liar di sentra kuliner Tangerang Selatan menuntut respons cepat dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha kecil adalah prasyarat mutlak untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan yang adil dan bermartabat.