Pemerintah Iran mengambil langkah tidak biasa dengan menerapkan tarif tol berbasis kripto di Selat Hormuz.
Kebijakan ini mewajibkan kapal yang melintas untuk membayar menggunakan Bitcoin. Langkah ini dinilai sebagai strategi menghadapi tekanan sanksi internasional.
Strategi Hadapi Sanksi Global
Menurut perwakilan industri energi Iran, kebijakan ini dirancang untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Dengan menggunakan sistem kripto, Iran dapat menghindari sistem keuangan global yang banyak dipengaruhi oleh Amerika Serikat.
Selain Bitcoin, pembayaran juga dapat dilakukan menggunakan yuan dari Tiongkok.
Tarif Berdasarkan Muatan Kapal
Besaran tarif dihitung berdasarkan muatan kapal, khususnya minyak.
Biaya yang dikenakan berkisar sekitar USD 0,50 hingga USD 1 per barel.
Untuk kapal besar seperti Very Large Crude Carrier (VLCC), total biaya bisa mencapai sekitar USD 2 juta per perjalanan.
Mekanisme Pembayaran
Sistem pembayaran dilakukan melalui perantara yang terhubung dengan IRGC.
Operator kapal harus menyerahkan data lengkap, termasuk identitas kapal, muatan, hingga jalur pelayaran.
Data tersebut kemudian diverifikasi sebelum kapal diizinkan melintas.
Sistem Seleksi dan Peringkat Negara
Iran juga menerapkan sistem seleksi ketat terhadap kapal.
Kapal dengan keterkaitan dengan Amerika Serikat atau Israel dapat ditolak.
Selain itu, Iran menggunakan sistem peringkat negara berdasarkan tingkat “keramahan”.
Negara dengan hubungan baik akan mendapatkan tarif yang lebih rendah.
Dampak ke Jalur Perdagangan Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Kebijakan ini berpotensi memengaruhi biaya logistik global dan harga energi.
Jika diterapkan secara konsisten, langkah Iran bisa menjadi preseden baru dalam sistem perdagangan internasional.
Awal Penerapan Kebijakan
Sejumlah kapal dilaporkan mulai mengikuti sistem ini sejak awal April 2026.
Hal ini menandai fase awal implementasi kebijakan yang cukup kontroversial.
Ke depan, dunia akan melihat sejauh mana kebijakan ini berdampak pada stabilitas perdagangan global dan geopolitik.
Baca Juga : Dolar AS Melemah Tertekan Euro dan Yen
Cek Juga Artikel Dari Platform : capoeiravadiacao

