Pemerintah Kota Serang mulai mempercepat langkah dalam mengembangkan kawasan Royal Baroe sebagai destinasi tematik berbasis ekonomi lokal. Program ini tidak hanya fokus pada penataan fisik, tetapi juga membangun identitas kawasan yang kuat agar memiliki daya tarik lebih bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Banten sebesar Rp600 juta, pemerintah optimistis proses branding dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Pendanaan ini menjadi salah satu dorongan penting untuk menghidupkan kawasan Royal Baroe sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya.

๐Ÿ’ฐ Dukungan CSR Jadi Kunci Pengembangan

Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menegaskan bahwa dana CSR tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur tematik serta pemberdayaan masyarakat.

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah pembangunan gapura di kampung-kampung tematik. Gapura ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda kawasan, tetapi juga sebagai simbol identitas yang memperkuat branding Royal Baroe.

Selain itu, masyarakat setempat akan dilibatkan secara aktif dalam proses pengembangan. Hal ini bertujuan agar program tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga.

๐Ÿ—บ๏ธ Tiga Kampung Jadi Fokus Utama

Dalam tahap awal, terdapat tiga wilayah yang dipilih sebagai fokus pengembangan, yaitu Lingkungan Pegantungan, Kebon Sayur, dan Mangga Dua. Ketiga kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kampung tematik.

Pemilihan lokasi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah mempertimbangkan aspek potensi ekonomi, aktivitas masyarakat, serta peluang pengembangan jangka panjang.

Dengan menjadikan tiga kampung ini sebagai pusat branding, diharapkan efek ekonomi dapat menyebar ke wilayah sekitar dan menciptakan pertumbuhan yang merata.

๐ŸŽจ Konsep Tematik dan Identitas Kawasan

Konsep kampung tematik menjadi pendekatan utama dalam pengembangan Royal Baroe. Setiap kampung akan memiliki identitas unik yang mencerminkan karakter lokal dan potensi yang dimiliki.

Desain gapura dan elemen visual lainnya akan dirancang secara kolaboratif antara pemerintah dan Bank Banten. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil akhir tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki nilai fungsional.

Kawasan yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat, sehingga meningkatkan daya tarik wisata.

๐Ÿค Kolaborasi untuk Hasil Optimal

Pengembangan Royal Baroe melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga pihak ketiga yang akan mengerjakan pembangunan fisik.

Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Pemerintah bertugas merancang konsep, sementara pelaksanaan teknis dilakukan oleh pihak yang kompeten di bidangnya.

Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan kawasan tematik yang tidak hanya indah, tetapi juga berkelanjutan.

๐Ÿ“… Target Mulai Mei 2026

Pemerintah Kota Serang menargetkan proses branding Royal Baroe mulai berjalan pada Mei 2026. Saat ini, berbagai persiapan teknis tengah diselesaikan, termasuk penyusunan desain dan perencanaan pembangunan.

Setelah semua kesepakatan rampung, pembangunan fisik akan segera dimulai. Tahap awal ini menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan sesuai timeline yang telah ditetapkan.

Dengan target yang jelas, pemerintah berharap hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

๐Ÿ“ˆ Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Salah satu tujuan utama dari pengembangan ini adalah meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya kampung tematik, peluang usaha bagi warga akan semakin terbuka.

Mulai dari UMKM, kuliner, hingga produk kreatif lokal dapat berkembang seiring meningkatnya kunjungan ke kawasan tersebut. Hal ini akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga menjadi contoh bagaimana penataan kawasan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

๐Ÿ—๏ธ Pembentukan UPTD untuk Keberlanjutan

Untuk memastikan keberlanjutan program, Pemerintah Kota Serang akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus. Unit ini bertugas mengelola dan merawat kawasan Royal Baroe serta kampung tematik lainnya.

Keberadaan UPTD sangat penting agar kawasan yang telah dibangun tidak terbengkalai. Selain itu, unit ini juga akan mengelola kegiatan dan program lanjutan yang mendukung pengembangan kawasan.

Dengan pengelolaan yang terstruktur, Royal Baroe diharapkan dapat terus berkembang dalam jangka panjang.

โš ๏ธ Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meski memiliki potensi besar, pengembangan kawasan tematik juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah menjaga konsistensi konsep dan kualitas pembangunan.

Selain itu, partisipasi masyarakat harus terus dijaga agar program tetap berjalan sesuai tujuan. Tanpa keterlibatan aktif warga, sulit untuk menciptakan ekosistem yang hidup dan berkelanjutan.

Namun dengan perencanaan yang matang, tantangan ini diyakini dapat diatasi.

โœ… Kesimpulan

Pengembangan Royal Baroe sebagai kawasan tematik menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Serang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan dukungan CSR Bank Banten, program ini diharapkan mampu menciptakan identitas kawasan yang kuat dan berdaya saing.

Fokus pada tiga kampung utama serta target pelaksanaan mulai Mei 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan program ini. Jika berjalan sesuai rencana, Royal Baroe berpotensi menjadi ikon baru yang membanggakan bagi Kota Serang.

Baca Juga : Serang Masuk 3 Besar Daya Saing Banten

Cek Juga Artikel Dari Platformย :ย beritabmkg