Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten untuk meresmikan Balai Latihan Silat Tradisional Tjimande yang berlokasi di kecamatan Walantaka, Kota Serang. Peresmian pusat pelatihan warisan leluhur ini disambut dengan penuh kebanggaan oleh para pendekar, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.
1. Peresmian Balai Latihan Sebagai Pusat Pelestarian Seni Bela Diri Legendaris
Kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Walantaka menandai tonggak sejarah penting dalam upaya merawat dan melestarikan aliran pencak silat tradisional tertua di Nusantara, yakni Cimande. Balai latihan yang baru saja diresmikan ini dirancang secara khusus sebagai fasilitas representatif tempat berkumpulnya para generasi muda dan pesilat lokal untuk mendalami teknik dasar, filosofi, serta kaidah moral bela diri tradisional secara mendalam.
2. Komitmen Polri dalam Mendukung Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal
Dalam sambutannya di hadapan para tetua adat dan pesilat Banten, Kapolri menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berperan aktif dalam merawat kekayaan budaya bangsa. Pelestarian seni pencak silat dipandang sebagai instrumen strategis untuk membangun karakter generasi muda yang disiplin, berjiwa kesatria, serta cinta tanah air.
3. Menghidupkan Kembali Semangat Gotong Royong dan Nilai Persaudaraan
Aliran pencak silat Tjimande sejak dahulu dikenal bukan sekadar teknik bertarung, melainkan sebuah sistem pendidikan moral yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kerendahan hati, dan pembelaan terhadap kebenaran. Dengan diresmikannya balai latihan ini, nilai-nilai luhur tersebut diharapkan dapat terus diwariskan secara turun-temurun di tengah gempuran modernisasi dan budaya luar.
4. Antusiasme Tinggi Komunitas Pesilat dan Tokoh Adat Banten
Acara peresmian dimeriahkan dengan atraksi demonstrasi jurus tradisional khas Tjimande yang dibawakan secara kolosal oleh para pendekar lokal. Para sesepuh perguruan silat menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia terhadap eksistensi kebudayaan tradisional di tanah Banten.
5. Prospek Pengembangan Wisata Budaya dan Pendekar Muda Berprestasi
Keberadaan balai latihan representatif di Walantaka ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat latihan fisik, tetapi juga magnet baru bagi pengembangan wisata budaya berbasis kearifan lokal di Kota Serang. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap fasilitas ini mampu mencetak bibit-bibit atlet pencak silat berprestasi yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.
Peresmian Balai Latihan Silat Tradisional Tjimande di Walantaka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperlihatkan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur. Merawat tradisi silat adalah langkah nyata dalam memperkokoh identitas dan karakter bangsa.

