Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Papua Selatan berlangsung penuh makna melalui kegiatan Dharma Santi yang digelar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat provinsi. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perayaan Nyepi sekaligus momentum mempererat kebersamaan umat Hindu.
Acara Dharma Santi tersebut dipusatkan di Pura Duta Dharma, yang berlokasi di Kampung Yasamulya (SP2), Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke.
Momentum Kebersamaan Pasca Nyepi
Ketua panitia, I Made Suandana, menjelaskan bahwa Dharma Santi merupakan ajang silaturahmi setelah umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian.
Mengusung tema “Satu Bumi Satu Keluarga,” kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta membangun harmoni antarumat.
Rangkaian Kegiatan Bernilai Sosial
Perayaan Nyepi tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan, tetapi juga kegiatan sosial. Berbagai agenda seperti bakti sosial dan kegiatan seremonial turut melibatkan masyarakat luas di Merauke.
Hal ini menunjukkan bahwa perayaan Nyepi tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Peran Umat Hindu dalam Pembangunan
Ketua PHDI Papua Selatan, I Wayan Suarta, menegaskan bahwa umat Hindu merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan di Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke.
Ajakan Menjaga Harmoni dan Keamanan
Dalam sambutannya, ia juga mengajak seluruh umat Hindu untuk menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Stabilitas sosial dinilai sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan.
Dengan kehidupan yang rukun dan damai, masyarakat dapat berkontribusi lebih optimal dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan dan ekonomi.
Spirit Persatuan dalam Kehidupan Bermasyarakat
Semangat “Satu Bumi Satu Keluarga” menjadi pesan utama dalam Dharma Santi tahun ini. Nilai tersebut mencerminkan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Melalui kegiatan ini, umat Hindu di Papua Selatan diharapkan terus memberikan kontribusi positif dan menjadi bagian dari penggerak kemajuan daerah.
Kesimpulan
Dharma Santi Nyepi di Papua Selatan tidak hanya menjadi penutup rangkaian ibadah, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan dan kolaborasi.
Dengan semangat kebersamaan dan harmoni, perayaan ini menjadi cerminan nilai luhur yang relevan dalam kehidupan sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga : BGN Jelaskan Penggunaan EO sebagai Langkah Profesional
Cek Juga Artikel Dari Platform : georgegordonfirstnation

