Wilayah pesisir selatan Banten kembali mengalami aktivitas seismik setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari dan sempat menjadi perhatian warga, meski sebagian besar masyarakat tidak merasakan getaran yang signifikan.
Berdasarkan data dari BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 114 kilometer arah barat Sumur, Pandeglang, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman tersebut mengategorikan gempa ini sebagai gempa dangkal, yang umumnya lebih berpotensi dirasakan di permukaan dibandingkan gempa dalam.
Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menjelaskan bahwa meskipun termasuk gempa dangkal, kejadian ini tidak menimbulkan dampak serius. Ia memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Menurutnya, tim BPBD terus melakukan pemantauan di sejumlah titik, terutama di kawasan pesisir yang dianggap lebih rentan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan tidak ada dampak lanjutan yang perlu diwaspadai.
Situasi di lapangan juga menunjukkan kondisi yang relatif tenang. Aktivitas masyarakat di Kecamatan Sumur berjalan normal seperti biasa. Bahkan, sebagian warga mengaku tidak merasakan adanya guncangan sama sekali, mengingat lokasi pusat gempa yang cukup jauh berada di laut.
Salah satu warga di Kampung Ketapang, Desa Tunggaljaya, menyebut bahwa kehidupan di lingkungan mereka tetap berjalan tanpa gangguan. Hal ini menjadi indikasi bahwa energi gempa yang terjadi tidak cukup kuat untuk memberikan dampak signifikan di daratan.
Meski demikian, pihak BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana terus ditekankan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan gempa seperti Pandeglang dan sekitarnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial. Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak akurat dapat memicu kepanikan yang sebenarnya tidak diperlukan.
BMKG sendiri terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut secara real-time. Hingga laporan terakhir, tidak terdeteksi adanya gempa susulan yang signifikan. Hal ini menjadi pertanda bahwa aktivitas gempa bersifat tunggal dan tidak berkembang menjadi rangkaian yang lebih besar.
Indonesia sebagai negara yang berada di jalur cincin api memang tidak lepas dari potensi gempa bumi. Namun, tidak semua gempa memiliki dampak besar. Banyak di antaranya yang hanya berupa getaran kecil tanpa konsekuensi serius, seperti yang terjadi di Sumur, Pandeglang kali ini.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapan dan ketenangan dalam menghadapi bencana adalah hal yang sangat penting. Dengan informasi yang tepat dan sikap yang bijak, masyarakat dapat menghadapi situasi seperti ini tanpa kepanikan berlebihan.
Ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat. Tujuannya adalah memastikan setiap potensi bencana dapat diantisipasi dengan baik, sehingga risiko yang ditimbulkan bisa diminimalkan semaksimal mungkin.
Baca Juga : PHDI Papua Selatan Gelar Dharma Santi Nyepi Penuh Makna
Cek Juga Artikel Dari Platform : georgegordonfirstnation

